Banner 468x60

Surat Cinta Bunda

Anak-anakku,
kadang aku merasa sangat lelah saat kau sakit dan harus begadang menemani tidurmu yang gelisah, padahal akan tiba saatnya nanti aku justru ingin menemanimu tidur tapi kau telah pergi dari rumah.

kadang aku merasa repot saat ingin pergi dan kau merengek minta ikut serta, padahal akan ada masanya nanti kau tidak mau lagi kuajak pergi meskipun sudah kubujuk sedemikian rupa.

kadang aku merasa waktu tak cukup untuk mendengarkan semua ceritamu, padahal akan tiba saatnya nanti aku justru ingin kau bercerita panjang lebar di sampingku yang kesepian.

kadang aku merasa tidak telaten untuk menyuapimu, padahal akan tiba saatnya nanti aku menjadi si tua yang membutuhkan pelayanan dan kesabaran luar biasa darimu.

kadang aku kesal karena harus mengingatkan hal yang sama berulang-ulang padamu, yang tidak langsung disambut dengan 'ya' tetapi justru ’entar dulu’, 'tunggu’ diikuti sederet alasan panjang lainnya, padahal akan tiba saatnya nanti aku yang tua renta ini berharap kalian berkumpul menemaniku, atau setiap hari menunggu-nunggu dering telepon hanya sekedar untuk mendengar suaramu, tapi jarak yang jauh dan kesibukanmu tak selalu memungkinkan untuk itu.

kadang badanku pegal saat kau minta terus dipangku atau tak mau turun dari gendonganku, padahal akan tiba saatnya nanti kalian merasa jengah diperlakukan seperti itu, tak bisa kupangku, kupeluk, kucium lagi dan kau makin sulit kurengkuh saat kegiatan di luar rumah makin menyita waktumu.

Maafkan aku nak,
jika hak-hakmu sebagai anak belum semua dapat kupenuhi. Aku hanyalah manusia biasa dengan segala keterbatasan ada.

Anak-anakku...
semakin hari semakin ku menyadari, sungguh bukan kalian yang membutuhkanku tapi aku lah yang sangat membutuhkan kalian

NOTE:

Bunda, mendidik & merawat anak, laksana memanggul sekarung emas di punggung, yang meski sangat berat, tak boleh diletakkan semenit pun karena sangat berharga, dan karung itu baru dapat dibuka, saat ajalmu tiba.

Diambil dari catatan seorang sahabat di facebook

Sertifikat Blogger dari DJSITE

Lama banget nih kayaknya ga ngeblog. Entah kebawa suasana males atau apa, ga seantusias dulu neh. Eh pas sekalinya online dapet sertifikat dari Ferdinand, baru kali ini dapat award model baru kayak gini, unik banget. Ferdinand emang salah satu blogger paling kreatif & postingannya juga update banget.

Makanya neh, nophie ga pernah bosen main atau cuma mampir di blog Ferdinand. Thanks to Ferdinand untuk apresiasinya buat blog Nophie's Corner

JADILAH KITAB WALAU TANPA JUDUL

Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul. Namun jangan menjadi judul tanpa kitab. Pepatah dalam bahasa Arab itu menyiratkan makna yang dalam, terutama menyangkut kondisi bangsa saat ini yang sarat konflik perebutan kekuasaan dan pengabaian amanah oleh pemimpin-pemimpin yang tidak menebar manfaat dengan jabatan dan otoritas yang dimilikinya. Bangsa ini telah kehilangan jiwa ksatria (ruuhul jundiyah). Jundiyah adalah karakter keprajuritan yang didalamnya terkandung jiwa ksatria sebagaimana diwariskan pejuang ulama bangsa ini saat perjuangan kemerdekaan.

Semangat perjuangan atau yang lebih populer dalam bahasa arab hamasah jundiyah adalah semangat untuk berperan dan bukan semangat untuk berperan dan bukan semangat untuk mengejar jabatan, posisi, dan gelar-gelar duniawi lainnya. Saat ini jiwa ksatria itu makin menghilang, sebaliknya muncul jiwa-jiwa kerdil dan pengecut yang menginginkan otoritas, kekuasaan dan jabatan, tetaoi tidak mau bertanggung jawab apalagi berkurban. Yang terjadi adalah perebutan jabatan baik di partai politik, ormas maupun pemerintahan. Orang berlomba-lomba mengikuti persaingan untuk mendapatkan jabatan bahkan menghalalkan segala cara. Akibatnya di negeri ini banyak orang memiliki “judul” baik judul akademis, judul keagamaan, judul kemiliteran maupun judul birokratis, yang tanpa makna. Ada judulnya tapi tanpa substansi, tanpa isi dan tanpa ruh.

Padahal ada kisah-kisah heroik berbagai bangsa didunia, misal dalam Shirah shahabah, disebutkan bahwa Said bin Zaid pernah menolak amanah menjadi gubernur di Himsh (Syria). Hal ini membuat Umar bin Khatab RA mencekeram leher gamisnya seraya menghardiknya, “celaka kau Said! Kau berikan beban yang berat diipundakku dan kau menolak membantuku.” Baru kemudian dengan berat hati Said bin Zaid mau menjadi gubernur.

Ada lagi kisah lain, kisah Umar bin Khatab memberhentikan Khalid bin Walid pada saat memimpin perang. Hal ini untuk menghentikan pengultusan pada sesosok panglima perang yang selalu berhasil memenangkan pertempuran ini. Khalid bin Walid menerimanya dengan ikhlas. Dengan singkat dia berujar “Aku berperang karena Allah bukan karena Umar atau jabatanku sebagai panglima.” Ia pun tetap berperang sebagai seoang prajurit biasa. Khalid dicopot “judul”nya sebagai panglima perang, namun ia tetap membuat “kitab” dan membantu menorehkan kemenangan.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah-kisah tersebut adalah janganlah menjadi judul tanpa kitab, memiliki pangkat, tetapi tidak menuai manfaat. Maka ruuhul jundiyah atau jiwa ksatria yang penuh pengorbanan harus dihadirkan kembali ditengah bangsa ini sehingga tidak timbul hubbul manaashib, yaitu cinta kepada kepangkatan, jabatan-jabatan bahkan munafasah ‘alal manashib, berlomba-lomba untuk meraih jabatan. 


Karya seorang sahabat....

SESUATU YANG BERADA DI SISI ALLOH TIDAK AKAN SIA-SIA

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Ada seseorang berkata, ‘Sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu’. Lantas ia pergi untuk menyedekahkan sesuatu itu, ternyata sedekah tersebut jatuh di tangan seorang pencuri.”

Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada shodaqoh yang diberikan kepada pencuri. Kemudian orang yang bershodaqoh itu berkata, “Ya Alloh, hanya bagi-Mu lah segala pujian, sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu lagi.”

Ia lantas pergi untuk menyedekahkan sesuatu. Tanpa dia ketahui, ternyata sedekah itu jatuh ke tangan seorang perempuan pelacur. Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada pelacur. Kemudian orang itu berkata, “Ya Alloh, hanya bagi-Mu lah segala puji, sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu lagi.”

Ia lantas pergi untuk menyedekahkan sesuatu, tetapi jatuh ke tangan seorang yang kaya. Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada orang kaya.

Kemudian orang itu berkata, “Ya Alloh, hanya bagi-Mu lah segala pujian, beberapa kali saya telah bersedekah namun ternyata jatuh ke tangan pencuri, pelacur, dan orang kaya.”

Kemudian ada seseorang yang datang lalu berkata kepadanya, “Adapun sedekahmu kepada pencuri, mudah-mudahan menyebabkan ia berhenti dari mencuri, sedang sedekahmu kepada perempuan pelacur, maka semoga ia segera berhenti dari berzina. Adapun sedekahmu kepada seorang yang kaya, semoga ia mengambil I’tibar (pelajaran) dan segera menafkahkan sebagian harta yang telah Alloh karuniakan kepadanya.”

Pelajaran yang dapat dipetik :
1. Ketetapan adanya pahala pada seseorang yang bersedekah, sekalipun yang mengambil sedekah itu orang fasik maupun orang kaya. Ketetapan ini berlaku pada sedekah yang sunnah, adapun zakat tidak boleh diberikan kepada orang kaya.
2. Keutamaan bersedekah diam-diam.
3. Keutamaan ikhlas dalam perbuatan.
4. Sebaiknya mengulangi sedekahnya jika diketahui sedekah tersebut jatuh kepada orang yang tidak semestinya menerima.
5. Keberkahan berserah diri dan ridho kepada Alloh, dan larangan mencela qadha.

Ditulis kembali dari buku "61 Cerita Pengantar Tidur"

Pahala Sedekah

RasulAlloh Shollallahu ‘Alaihi Wa Sallam menganjurkan kita untuk bersedekah, hal ini dimaksudkan agar rizki yang kita dapat menjadi berkah. Alloh memberi jaminan kemudahan kepada orang yang bersedekah, ganjaran yang berlipat ganda (700 kali) dan ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasulAlloh SAW, sbb :

1. Alloh Ta’ala berfirman, “Adapun orang yang memberikan hartanya (di jalan Alloh) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” Qs. Al Lail (92) : 5-8.
2. Alloh Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh dalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir eratus biji, Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” Qs. Al Baqoroh (2) : 261.
3. RasulAlloh SAW bersabda, “Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu berseru, “Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Alloh.” Yang satu lagi berseru, “Musnahkan orang yang menahan hartanya.””

Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai penyakit, sebagaimana sabda RasulAlloh :

• “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah.”
• “Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.”
• “Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

Sedekah anda, walaupun kecil jumlahnya, tapi amat sangat berharga di sisi Alloh Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan di akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya yang menahannya adalah celaka.
Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung di sisi Alloh dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Alloh. Balasan yang akan diperoleh berlipat ganda. Mereka tidak akan rugi ataupun jatuh miskin meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.