Malaikat Di Rumahmu

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirim saya ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah"?
Dan Tuhan menjawab, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

"Tapi disini, di dalam syurga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

"Dan bagaimana saya boleh mengerti saat orang-orang bercakap kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?" "Malaikatmu akan bercakap kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu bercakap."

"Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?" "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

"Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?" "Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya."

"Tapi, saya pasti akan merasa sedih kerana tidak melihatMu lagi." "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu boleh kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat itu Syurga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bolehkah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?


"Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."

Ingatlah selalu kasih sayang ibu, berdoalah untuknya dan cintailah dia sepanjang masa.

BAGAIMANA BISA SUKSES MENJALIN HUBUNGAN DENGAN KEDUA ORANG TUA

Kasih orangtua kepada anak tak terukur, sedangkan kasih anak kepada orangtua sepanjang galah. Pepatah yang selama ini sering terucap, mengingat lagi ketika di tayangan televisi tersiar berita ada seorang anak membunuh ayah kandung lantaran tidak diberi uang sebesar Rp. 1000,-. Sebesar itukah harga sebuah nyawa orangtua, itukah balasan untuk orangtua, setelah bertahun-tahun merawat anaknya dengan penuh kasih sayang semenjak masih dikandung hingga dewasa. Kita kadang tidak mengerti apa yang ada di pikiran orang-orang tersebut. Semoga aja artikel ini bisa memberikan pencerahan ataupun kesadaran kepada kita atas sikap dan perilaku kita kepada orangtua kita.

Berbakti Kepada Orang Tua Merupakan Amal Yang Paling Disukai ALLOH
Islam telah memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua, dan menjadikannya sebagai amal yang paling disukai Alloh Ta’ala setelah Sholat yang merupakan pilar Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat. Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu berkata, “Aku pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, apakah amal yang paling disukai Alloh Azza wa Jalla? Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya.”
Aku bertanya lagi, “Lalu apalagi?” Beliau menjawab, “Kemudian Birrul walidain (berbakti kepada kedua orangtua).” Dalam Al-Qur’an sendiri, Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menyandingkan perintah berbakti kepada orangtua dengan perintah untuk beribadah dan bertauhid kepada-Nya.

Alloh Azza wa jalla dan Rosul-Nya telah memberikan bimbingan ke jalan yang dapat mengantarkan kaum laki-laki menuju kesuksesan dalam berinterkasi dengan kedua orangtua dan berbakti kepada keduanya. Alloh Ta’ala berfirman,
“Dan Rabbmu telah memrintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantaranya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu berkata kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” Teringat kembali saat kita menjawab ataupun membentak orangtua ketika ada perkataan orangtua yang tidak sesuai dengan kita.

Para ulama berkata, “Orang yang paling berhak untuk dipanjatkan rasa syukur setelah syukur kepada Alloh, sang Khaliq, dan juga diperlakukan dengan baik serta ditaati adalah kedua orangtuanya.”

Para orangtua telah menanggung beban anak-anak mereka ketika masih kecil dengan harapan anaknya akan tetap bertahan hidup, namun sayang banyak anak yang yang menanggung beban kedua orangtuanya pada masa tua, mereka berharap agar keduanya segera mati. Apabila kedua orangtuanya lebih lama lagi hidup, mereka akan merasa keberatan, cepat bosan dan menunjukkan ketidaksukaan, malah terkadang ada anak yang memperlihatkan amarah kepada kedua orangtuanya.

JALAN LAIN UNTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Di antara bentuk bakti dan perbuatan baik kepada orangtua adalah tidak mencela atau mendurhakainya, karena perbuatan tersebut termasuk dosa besar. Dan itu sudah pasti, karena perbuatan tersebut termasuk dosa besar. Dan itu sudah pasti, dimana tidak ada perselisihan antar ulama di dalamnya. As-Sunnah secara tegas menyebutkan melalui sabda Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam, “Sesungguhnya di anatar dosa besar yang paling besar adalah tindakan seseorang melaknat kedua orangtuanya.”

Kemudian ditanyakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang melaknat kedua orangtuanya?” Beliau menjawab, “Seseorang mencela ayang orang lain sehingga ayahnya pun dicela. Dan dia mencela ibu orang itu sehingga orang itu mencela ibunya.”

Di antara bentuk bakti seorang anak kepada kedua orangtuanya adalah memberi nafkah kepada keduanya jika keduanya memang membutuhkan. Seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan juga anak, lalu ayahku sendiri menghendaki hartaku.” Beliau menjawab, “Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.”

Bentuk bakti kepada orangtua sepeninggal keduanya adalah menyalatkan keduanya, memohonkan ampun untuk keduanya, menjalankan amanat keduanya, memuliakan teman-temannya serta menyambung tali silahturahmi dengan teman-teman keduanya. Yang demikian itu berlaku terhadap orangtua yang mukmin. Karena Al-Qur’an telah melarang untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik yang sudah meninggal dunia sekalipun dari kalangan kaum kerabat.

Seorang laki-laki harus mengetahui bahwa Alloh Ta’ala mengetahui apa yang ada di dalam jiwanya. Alloh Ta’ala berfirman, “Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kalian orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.”

Dengan demikian, Alloh Azza wa Jalla mengetahui apa yang ada di dalam diri seorang anak, berupa kasih sayang kepada kedua orangtua serta kelembutan kepada keduanya, atau kebalikan dari itu berupa kedurhakaan atau memperlihatkan bakti kepada keduanya sebagai riya.

Ibnu Jubair berkata, “Jika kalian orang-orang yang baik.” Yakni, jujur dan benar dalam berniat untuk berbakti kepada orangtua. Jika demikian, maka sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla akan memberi ampunan. Dan Alloh Ta’ala menjanjikan pengampunan dengan syarat kebaikan dan niat kembali untuk berbuat taat kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

MENJADI PRIA SUKSES DAN DICINTAI

Setelah postingan sebelumnya membahas tentang wanita, nah kali ini coba posting tentang pria. Jujur aku tak tahu pasti dengan makhluk yang bernama pria, apalagi yang tergolong pria sukses, tapi dari beberapa referensi yang aku baca, mungkin bisa dirangkum kesuksesan pria dibeberapa bidang.

Jadi ada beberapa bidang kesuksesan neh utk para pria, apa aja?? Kita liat yuk :

1. Sukses di bidang Kesehatan
2. Sukses dalam mencari Ilmu
3. Sukses menjalin kehidupan dengan kedua Orang Tua
4. Sukses pada Malam Pertama
5. Sukses dalam Menjalani Hidup Bersama Istri
6. Sukses menjalin hubungan dengan Anak
7. Sukses berinteraksi dengan Orang Lain dan mendapat Cinta dari Mereka
8. Sukses Berhubungan dengan Teman dan Dicintai Mereka
9. Sukses dalam Menjalani Hidup dengan Tetangga dan mendapatkan Cintanya
10. Sukses dalam Pekerjaan
11. Sukses dalam berdagang dan berjual beli
12. Sukses Mengelola harta Kekayaan
13. Sukses bergelut dengan waktu, Umur dan Waktu Seseorang
14. Sukses dalam Pemerintahan dan Dicintai Rakyat
15. Sukses dalam Berdakwah ke Jalan Alloh
16. Sukses, Beruntung dan Dicintai di Dunia dan Akhirat

Wah… ternyata banyak banget yah utk menjadi pria sukses di berbagai bidang, nah untuk teman-teman yang pingin tau caranya agar sukses menurut bidang diatas, boleh request utk penjelasannya. Tentunya vote dulu yah, pilihan yang terbanyak nanti akan dijelaskan di posting selanjutnya. tidak menutup kemungkinan untuk diposting semua penjelasan masing-masing bidang tersebut.

Award dari Mas Harto


Huray.... dapat award lagi, lagi dan lagi.....
kali ini dari my new friend Mas Harto, pastinya sueneng dunk... Tapi jadi bingung mo ngasihnya ma sapa yah??
Nama-nama di bawah ini semoga berenan nerima award dari aku yua.....
1. Yuni
2. MankPoed's
3. Ari
4. Corat Coret
5. siapa aja yang berkenan silahkan copas award ini

Award ke berapa yah??

Next Award :
This award came from Bojong Art Gallery



Copas dari blog pemberi award :

Award ini merupakan Award yang ber-backlink, maka sahabat blogger yang menerima award ini akan secara otomatis mendapatkan backlink, dan jika kita mengikuti aturannya secara tepat maka blog kita akan mendapatkan banyak backlink dalam waktu yang singkat. Dan pada akhirnya saya memutuskan para sahabat blogger yang menerima award ini adalah :

1. Mas herman
2. Hitsuke
3. Terus Belajar
4. Kebahagiaan
5. Celana Saya Longgar
6. Biroe88
7. Cinema Review
8. Cantik
9. Satriyo
10. RifkyPanzer Blog

Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya. Dan selanjutnya si penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu :

1. TUTORIAL DESAIN GRAFIS
2. Blog napi Belog
3. Not Yet Titlelized
4. Pras Free
5. Taekwondo Indonesia
6. masterGOmaster
7. Blogger Kuningan
8. Harits's Blog
9.BojongArtGallery
10. Nophie's Corner

Aturannya begini : sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah 1.953.125. Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”

Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan traffik tambahan.

Silahkan diambil Awardnya. Jangan Sungkan-sungkan.
And jangan lupa dibagi-bagikan.

Karenanya Kau diPilih

Begitu banyakkah wanita yang belum menemukan jodohnya? Sungguh suatu fenomena yang memprihatinkan. Bukankah pernikahan merupakan kebutuhan mendasar? Semua orang menginginkan dan merindukan. Lepas dari jumlah perempuan yang semakin membengkak, tentu tak luput dari faktor kriteria pilihan.Tidak bisa dipungkiri lelaki biasanya memasang setumpuk kriteria calon istrinya, begitupun dengan wanita punya segudang syarat untuk calon suaminya. Tidak jarang saking ketat dan tingginya kriteria mengakibatkan jodoh sebatas angan-angan.

Kembang, sebut saja begitu, usia sudah merayap pada angka 40-an tahun. Berkali-kali proses pernikahannya gagal. Cantik memang tidak dimilikinya, tinggi juga kurang, kekayaan pun tidak bisa diharapkan, parahnya lagi dia juga bukan tipe wanita yang rajin mengkaji ilmu agama dan akhlak. Hari-harinya dilalui dengan penuh tanda tanya, kapankah suami akan diperolehnya?

SIAPA MENOLAK SALIHAH?

Berkaca dari kasus ini sudah semestinya kalau kaum muslimah menggali potensi untuk meningkatkan kualitas diri. Cantik dan tidak memang sudah dari sananya, demikian juga dengan kecerdasan, tingkat sosial, dan semacamnya. Ada yang bisa dikembangkan sehingga menjadi muslimah berkualitas. Perhatian kepada ilmu agama disertai tentunya dengan penempaan diri sehingga menghasilkan akhlak yang mulia. Tiada pilihan kecuali menjadi wanita yang salihah.

Cantik, yang biasanya dijadikan patokan utama oleh kebanyakan orang, tanpa disertai sifat kesalihatan bisa berbahaya. Pintar juga akan merepotkan bila tidak dikawal oleh akhlak yang baik, bisa menjadi wanita yang panjang lidah, tidak sopan dan beradab, atau selalu menjadi pembangkang. Begitu juga yang berharta, tanpa bimbingan agama, kekayaannya sering tidak membawa manfaat, bahkan sebaliknya menjadi bencana. Status sosial yang tidak dibarengi kualitas agama yang baik hanya akan memunculkan sifat keangkuhan.

Berbeda dengan wanita salihat; tanpa kecantikan, kekayaan, kepintaran dan status sosial akan tetap mendatangkan kebaikan. Lebih-lebih bila disertai oleh satu atau lebih sifat yang empat itu, tentu akan menjadi primadona. Siapa yang tidak ingin menikah dengan wanita kaya, cantik, pintar dan terpandang, salihat lagi !

INILAH WANITA PILIHAN

Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam telah memberi tuntunan dalam memilih wanita yang akan dijadikan sebagai istri. Bukan sekedar memilih yang pintar, tapi pria mesti pintar memilih dan wanita pun harus berlaku pintar agar menjadi sosok pilihan. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menggambarkan beberapa sifat seorang wanita salihah, pendek tapi cukup untuk menjadi pedoman bagi muslimah.

"Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang yang paling berharga? Yaitu wanita salihah yang (suaminya) menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya." (riwayat Ahmad)

Inilah yang akan menjadikan seorang wanita sebagai pilihan, simpanan nan berharga:

1. Taat
Seorang gadis yang terbiasa taat pada orang tua, akan mudah taat pada suami ketika sudah menikah nanti. Selama perintah suaminya adalah ma'ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.

2. Enak Dipandang
Tidak harus cantik. Dengan mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suami yang memandangnya. Dia akan mampu membuat suaminya merasa nyaman, tenang dan puas. Rasa lelah yang dirasakan suami setelah bekerja seharian sirna oleh sambutan sang istri. Dengan begitu suami tidak akan berbuat yang tidak-tidak ketika di luar rumah. Hal ini akan mudah dilakukan oleh wanita yang terbiasa bersikap manis dan murah senyum kepada orang tuanya.

3. Cinta dan Pasrah
Seorang pria tentu berharap mendapat seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya. Kalau suami, saat di rumah, tidak mendapatkan istri yang bersikap manis, penuh kasih, bersih, senantiasa tersenyum memikat, perkataan indah, penuh cinta nan suci, akhlak islami serta sentuhan tangan yang penuh kasih sayang, maka di mana lagi dia bisa mendapatkannya?

4. Suka Membantu
Wanita salihah adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah subhanahu wa ta'ala, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan usaha sang suami.

Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu 'anha, istri pertama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sekaligus ibu kita semua, merupakan teladan wanita pilihan. Beliau sumbangkan harta dan perhatiannya untuk perjuangan Rasulullah, menyantuni kerabat dan selalu menyambung silaturahmi. Akankah Anda mewarisi sifat dan perilakunya? Kalau ya, karenanyalah engkau dipilih!

Majalah NIKAH Vol.3. No.12, Maret 2005

PageRank ku kena gebuk Google, OH...... TIDAK!!


Waduh, iseng2 ngliat kebawah. wa......................... kok PRku balik ke 0 sih...
huhuhu, ga tau deh mo nulis apa.

Agy seneng2nya BW malah gitu, tp biarin deh, ttp ga menurunkan semangat aku utk BW kok. SEMANGAT

Entah Award yang Keberapa neh

Dah lama neh nge post award dari sobat blogger lain, sebenernya sih dah numpuk tapi kok ya nyari waktu buat posting susye bener. Ok, sekarang kita mulai bagi-bagi award buat sobat blogger yang lain

Award ini dari Blogku-007 dan Mas Herman



Award dari Rossy R & Teguh

Award dari kupu.miss.oemang


award


Award from Mas Doyok


Award from Imam

Award dari Imam77



Award dari Super PTCAward dari Mas Amrull




award ini diteruskan untuk si empu blog di bawah ini :
1. Joker
2. Gustaf
3. Morika
4. Bintang Narondang
5. Rossy R
6. Super PTC
7. Sego Pecel
8. Hitsuke
9. Gustaf
10. Bang Iwan
11. Mas Amrull
12. Mas Moer
13. Ateh75
14. Argakyo
15. Celana Saya Longgar

Silahkan untuk milih Award yang mana aja yang sobat blogger belum punya.....

Takdir Sudah Ditentukan 50.000 Tahun Sebelum Bumi & Langit Diciptakan

Seorang muslim yang bertakwa tentu memahami arti keimanan dengan baik, karena untuk mencapai derajat ketakwaan seseorang harus beriman terlebih dahulu sebagaimana salah satu perkataan Allah SWT pada ayat Al Qur’an berikut ini : “Hai orang – orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al Baqarah 183)

Lalu mengapa seseorang harus bertakwa kepada Allah SWT ?
“Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Ali Imran 123)
Jadi pada intinya Allah SWT menyuruh kaum muslimin beramal shalih setelah beriman adalah dimaksudkan agar kaum muslimin dapat bersyukur kepada-Nya terutama atas nikmat-Nya yang sangat banyak. Maka dari itu kekokohan iman seorang muslim merupakan prasyarat mutlak dalam beramal shalih, agar amal shalih tersebut dapat berbuah ketakwaan kepada Allah SWT.


Definisi iman itu sendiri dapat dilihat pada hadits shahih berikut ini, dari Umar bin Khaththab ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang iman yaitu, “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab – kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari kiamat dan kepada takdir yang baik dan yang buruk” (HR Imam Muslim)

Salah satu cabang keimanan yang utama berdasarkan nash shahih di atas adalah bahwa beriman kepada takdir (qadar) yang Allah SWT telah tetapkan kepada setiap hamba baik itu takdir baik maupun takdir buruk. Firman Allah SWT, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di Bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya” (QS Al Hadid 22)

Dan dari ayat di atas jelas Allah SWT katakan bahwa takdir yang Allah SWT berikan kepada setiap hambanya sudah ditentukan sebelum Allah SWT menciptakan langit dan Bumi sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
“Allah telah menulis (di Lauhul Mahfuzh) segenap takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Ia menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim)

Termasuk apakah ia menjadi ahli surga atau neraka, Allah SWT sudah tentukan 50.000 tahun sebelum alam semesta ini diciptakan. Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah SAW bersabda, “Maka demi Allah, yang tiada tuhan yang haq disembah melainkan Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dia dan surga kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia mengerjakan perbuatan ahli neraka, maka ia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya salah seorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antara dia dan neraka kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia masuk ke dalamnya” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Pada hadits lain Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga” (HR. Imam Bukhari)
Maka dari itu Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (239 – 321 H) pada kitabnya Al Aqidah Ath Thahawiyah yang diberi ta’liq (komentar) oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan, “Semenjak dahulu kala Allah Ta’ala telah mengetahui berapa jumlah hamba-Nya yang akan masuk surga dan yang akan masuk neraka. Total dari jumlah itu tidak akan bertambah dan tidak akan pula berkurang”
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani memberikan komentar atas ucapan Imam Abu Ja’far Ath Thahawi ini sebagai berikut, “Nampaknya Imam Ath Thahawi merujuk kepada hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru, dia berkata, ‘Pernah suatu ketika Rasulullah SAW keluar menemui kami memegang 2 kitab … Kemudian sambil menunjuk kitab yang ada di tangan kanan, Beliau SAW berkata, Kitab ini berasal dari Tuhan Semesta Alam yang memuat nama – nama penduduk surga yang dilengkapi nama bapak – bapak dan nama – nama kabilah mereka. Kemudian Allah mengumpulkan mereka menjadi satu (dalam kitab ini). Jumlah nama – nama yang ada dalam kitab ini tidak akan bertambah maupun berkurang selama – lamanya … - hadits ini cukup panjang - … (HR. At Tirmidzi, hadits ini dishahihkan oleh Imam At Tirmidzi dan Syaikh Al Albani)’”

Namun demikian, tidak ada seorangpun tahu apakah ia menjadi ahli surga atau ahli neraka karena hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui perkara – perkara yang ghaib. Firman Allah SWT, “Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah” (QS An Naml 65)
Artinya walaupun seorang manusia apakah nanti takdirnya masuk ke dalam surga atau ke dalam neraka maka ia sebagai seorang hamba Allah wajib selalu berusaha mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala dan selalu meminta agar dimasukan ke dalam surga-Nya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang – orang yang bertakwa” (QS Al Imran 133)
Dan tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah SWT walaupun hanya sebentar, “Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf 87)
Juga dengan beriman kepada takdir Allah tidaklah berarti memberikan kesempatan kepada hamba untuk berdalih dengannya dalam meninggalkan perintah Allah atau melanggar apa yang dilarang-Nya. Karena Allah SWT berfirman, “Bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu” (QS At Taghabun 16), yang artinya seorang hamba tidak akan dibebani kecuali sebatas kemampuannya. Dan sabda Rasulullah SAW,“Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga”.

Maka berkatalah seorang laki – laki dari kaumnya, “TidakKah (dengan demikian) kita berserah diri saja, wahai Rasulullah ?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, tetapi berusahalah ! Karena masing-masing dimudahkan kepada (kententuan) penciptaannya” (HR. Imam Bukhari)

Akhirnya dapat difahami bahwa hakekat takdir adalah rahasia Allah Ta’ala yang telah ditentukan atas hambanya sebelum Allah SWT menciptakan seluruh isi langit dan Bumi dan sebagai manusia maka wajib bagi kita untuk selalu berusaha mencapai ketakwaan kepada Allah SWT, karena pada hakekatnya Allah SWT tidak membebani kewajiban yang mana kita tidak sanggup untuk memikulnya.

Dan takdir itu sendiri tidaklah diketahui oleh malaikat yang dekat dengan-Nya ataupun oleh Nabi yang diutus karena Allah SWT telah menutup ilmu takdir dari makhluk – makhluk-Nya sebagaimana firman Allah SWT dalam kitab-Nya, “Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai” (Al Anbiya’ 23)

Diambil dari tulisan Abu Tauam Al Khalafy, dari berbagai sumber :
1. 40 Hadits Shahih, Imam An Nawawi, Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departemen Agama Saudi Arabia, 1422 H.
2. Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath Thahawi, ta’liq oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, At Tibyan, Solo, Edisi Indonesia, November 2000 M.
3. Aqidah Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath Thahawi, ta’liq oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Media Hidayah, Cetakan Pertama, Mei 2005 M
4. Tauhid, Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif. Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departemen Agama Saudi Arabia, 1422 H

RAHASIA MENGAPA ALLOH MENGHAPUS PERBUATAN BURUK

Orang-orang beriman bercita-cita memperoleh keridhaan, kasih sayang, dan surga Allah. Namun, manusia diciptakan dalam keadaan lemah dan lupa sehingga manusia melakukan banyak kesalahan dan memiliki banyak kelemahan. Allah Yang Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya dan Maha Pengasih dan Penyayang memberitahukan kita bahwa Dia akan menghapus perbuatan buruk dari hamba-Nya yang ikhlas dan akan memberikan kepada mereka pemeriksaan yang mudah:

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya dengan gembira.” (Q.s. al-Insyiqaq: 7-9).

Tentu saja Allah tidak mengubah perbuatan buruk setiap orang menjadi kebaikan. Adapun sifat orang-orang beriman yang perbuatan buruknya dihapus Allah dan diampuni-Nya diberitahukan dalam al-Qur’an.

1. Orang-orang yang Menjauhi Dosa-dosa Besar

Dalam sebuah ayat Allah menyatakan:
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia.” (Q.s. an-Nisa’: 31).

Orang-orang yang beriman yang mengetahui fakta ini berbuat dengan sangat hati-hati dengan memperhatikan batas-batas yang ditetapkan Allah, dan mereka menghindari hal-hal yang dilarang. Jika mereka melakukan kesalahan karena kealpaannya, mereka segera berpaling kepada Allah, bertobat, dan memohon ampunan.

Allah memberitahukan kita dalam al-Qur’an tentang hamba-hamba-Nya yang tobatnya akan diterima. Dalam hal ini, jika kita mengetahui perintah Allah, namun dengan sengaja kita melakukan dosa dan berkata, “Tidak apa-apa, apa pun yang terjadi saya akan diampuni.”

Perkataan ini benar-benar menunjukkan cara berpikir yang salah, karena Allah mengampuni perbuatan dosa hamba-hamba-Nya yang dilakukan karena kealpaan dan ia segera bertobat dan tidak berniat mengulanginya lagi:
“Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran ketidaktahuan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima tobatnya oleh Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertobat sekarang.’ Dan tidak pula orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (Q.s. an-Nisa’: 17-8).

Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, menjauhi perbuatan dosa dengan sungguh-sungguh sangatlah penting jika seseorang ingin perbuatan-perbuatan buruknya dihapuskan, dan jika tidak menginginkan penyesalan pada hari pengadilan kelak. Dalam pada itu, seorang beriman yang melakukan suatu dosa, hendaknya secepatnya memohon ampun kepada Allah.

2. Orang-orang yang Sibuk Mengerjakan Amal Saleh

Dalam ayat lainnya, Allah menyatakan bahwa Dia akan menutupi perbuatan buruk orang-orang yang beramal saleh. Sebagian dari ayat-ayat yang membicarakan masalah ini adalah sebagai berikut:
“Pada hari ketika Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari ditampakkannya kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar.” (Q.s. at-Taghabun: 9).

“Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh, maka mereka itu kejahatan mereka diganti dengan Allah dengan kebajikan. Dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. al-Furqan: 70).

Setiap perbuatan dan semua tindakan yang dilakukan untuk mencari karunia Allah adalah “amal saleh”. Misalnya, perbuatan seperti menyampaikan perintah agama Allah kepada manusia, memperingatkan seseorang yang tidak mau bertawakal kepada Allah atas takdirnya, menjauhi seseorang dari menggunjing, memelihara rumah dan badan agar tetap bersih, memperluas wawasan dengan membaca dan belajar, berbicara dengan sopan, mengingatkan orang tentang akhirat, merawat orang sakit, menunjukkan perasaan cinta dan kasih sayang kepada yang lebih tua, mencari nafkah dengan cara yang halal sehingga hasilnya dapat digunakan untuk kemanfaatan orang lain, mencegah kejahatan dengan kebaikan dan kesabaran, semua itu merupakan amal saleh jika dilakukan untuk mencari keridhaan Allah.

Orang-orang yang menginginkan agar kesalahannya diampuni dan diganti dengan kebaikan di akhirat, hendaknya selalu melakukan perbuatan yang sangat diridhai Allah. Untuk tujuan itu, hendaknya kita selalu ingat perhitungan pada Hari Pengadilan. Tentunya menjadi jelas bagaimanakah seseorang seharusnya berbuat, misalnya jika ia diletakkan di depan api neraka, kemudian kepadanya diperlihatkan perbuatan-perbuatan buruknya yang telah ia kerjakan semasa hidupnya, kemudian diingatkan bahwa ia seharusnya berbuat benar agar diampuni. Seseorang yang melihat api neraka, yang mendengar keputusasaan, penyesalan, dan keluh kesah para penghuni neraka yang mengalami siksaan yang pedih, dan yang menyaksikan siksa neraka dengan matanya, tentu saja akan melakukan perbuatan yang sangat diridhai Allah dan akan berusaha dengan sekuat tenaganya.

Orang ini akan mengerjakan shalat tepat pada waktunya, melakukan amal saleh, tidak akan pernah lalai, tidak pernah berani melakukan perbuatan yang kurang diridhai Allah, jika ia mengetahui bahwa ada perbuatan lainnya yang lebih diridhai-Nya. Karena neraka yang ada di sisinya akan selalu mengingatkannya tentang kehidupan yang kekal abadi dan siksaan Allah. Ia akan segera melakukan apa yang diperintahkan oleh hati nuraninya. Ia akan berhati-hati dalam menjaga shalatnya.

Sehingga, dalam kehidupan di dunia ini, perbuatan buruk bagi orang-orang yang melakukan amal saleh, takut kepada Allah dan hari pengadilan, bagaikan orang yang melihat neraka lalu dikembalikan ke dunia, atau bagaikan mereka selalu melihat api neraka di sisinya sehingga ia segera melakukan kebaikan. Orang-orang yang beriman ini merasa yakin tentang akhirat dan mereka sangat takut dengan azab Allah dan berusaha menjauhinya.

Pagerank ku.......

Setelah beberapa hari sibuk ber-weekend-an and ga blogwalking ke blog sobat-sobat blogger, baru hari ini bisa blogging. Dan secara ga sadar ngeliat kalo pagerank ku pecah telor jadi 2. Wow...... ga nyangka banget deh, setelah perjuangan berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, tapi ga nyampe bertahun-tahun blogwalking ke tetangga, sahabat, dll.

Jadi tambah semangat buat blogging lagi, setelah sebelumnya uda ampir bosan dengan ngurusin blog. Well sekarang tuh pagerank musti dipertahanin, kalau bisa ditingkatin yak. Bantuin yak friends.....

Daya Tahan Cinta Hanya 4 Tahun Saja


Judul di atas diambil dari satu buku berjudul “Ya Alloh, Aku jatuh Cinta!”, judul yang menggelitik otak dan pikiran saya. Kemudian muncul tanda seru, koma, titik, bahkan tanda tanya “ Benarkah demikian??”

Well, kita bahas deh inti dari isi buku itu.
Cinta itu tidak “abadi”, Wow…… suatu pernyataan yang mencengangkan yak, setelah selama ini kita selalu disuguhi cerita cinta yang menggetarkan hati, bahkan bahkan bertahan sampai berabad-abad kemudian.
Kesimpulan yang amat sangat kontroversial ini ditemukan oleh seorang antropolog asal AS, Helen fischer, setelah melakukan penelitian bertahun-tahun. Apakah ini didasarkan oleh pengalaman pribadinya yang menyakitkan?? Entahlah. Kita lihat saja nanti. Lanjuut…..

Bisakah cinta bisa diutak-atik seanalitis itu, bahkan dengan membuat rumus-rumus kimia dan social? Padahal bagi sebagian orang cinta bisa dikatakan identik dengan sebuah benda yang misterius, bahkan terkadang kedatangannya tidak direncana. Meski cinta bisa dirasakan, kono sangat tidak mudah dimengerti. Cinta bisa meluapkan kebahagiaan sekaligus kesengsaraan. Bisa menciptakan kebebasan namun tak urung juga bisa membuat manusia bagaikan seorang tawanan. Hmmm Cinta…

So, kalau memang cinta bisa diteliti secara alamiah, apa to sebenarnya cinta itu??

Teori tentang cinta pernah populer sekitar 5 hingga 6 tahun yang lalu. Tepatnya sih ketika pendekatan ilmu faal yang membedah tubuh manusia menjadi populer. Selanjutnya, teori ini berkembang dan mulai dihubung-hubungkan dengan bidang ilmu lainnya. Belakangan, ada juga teori cinta dengan pendekatan bioneurologi yang melihat, membandingkan, dan mengamati struktur otak orang gila misalnya, atau psikofisiologi yang mempelajari kaitan antara perilaku manusia dan pengaruh hormon pada tubuhnya. Cinta sama dengan emosi. Emosi biasanya ditentukan oleh sejumlah hormon (terutama dalam siklus menstruasi), maka hal yang sama juga berlaku dalam proses jatuh cinta. Terutama ketika terjadi cinta pada pandangan pertama, ada getaran dalam tubuh. Tapi, apakah iya, gelora cinta semata-mata ditentukan oleh hormon dalam tubuh?

Diane Lie – seorang psikolog sekaligus peneliti ulet pada sebuah universitas di Beijing menuturkan, bahwa meskipun urusan cinta bisa dijelaskan secara kimiawi, namun rasa cinta tidak semata-mata hanya ditentukan oleh aktivitas hormon, dan manusia tidak berdaya mengatasinya. Juga tidak selalu berarti bila kadar hormon berkurang, maka rasa cintapun semakin berkurang.

Memang pemacu gelora cinta (PEA) tadi, memiliki pengaruh kerja yang tidak tahan lama. Hormon yang secara ilmiah mempunyai kesamaan dengan amfetamin ini, hanya efektif bekerja selama 2-3 tahun saja. Lama kelamaan, tubuh pun bagaikan imun alias kebal terhadap pemacu gelora tersebut.

Masih menurut Diane, proses ‘fal in love’ itu tidak serta merta hanya dipengaruhi hormon dengan reaksi kimiawinya. Terutama dalam proses pacaran hingga menikah, banyak faktor social lainnya yang ikut menentukan. Contoh kecil saja pada proses jatuh cinta versi Witing Tresno Jalaran Seko Kulino (tumbuh cinta karena terbiasa/pertemuan berulang-ulang). Demikian ketika kita marah dan ingin membentak seseorang, hormon memang mempunyai pengaruh khusus, tapi ada faktor lain yang ikut menentukan.

Manusia adalah makhluk yang unik dan kompleks tentunya. Jika proses reaksi kimia terjadi pada hewan, barulah teori Helen Fiscer yang disebut four years itch bisa dimentahkan.

Intinya, teori PEA dilandaskan pada pendekatan ilmu eksakta, sedangkan teori four years itch-nya Fischer ini lebih menggunakan pendekatan social.

Fischer, yang juga penulis buku “Anatomy of Love” menemukan bahwa kasus perceraian mencapai puncaknya ketika usia perkawinan mencapai usia empat tahun. Kalaupun masa empat tahun itu terlalui, katanya, kemungkinan berkat hadirnya anak kedua. Kondisi ini membuat pernikahan mereka bisa bertahan hingga lebih dari empat tahun.

Ok, sekarang kita coba main hitung-hitungan. Misalnya, masa pacaran telah dilalui tiga tahun, berarti kesempatan untuk bisa mempertahankan gelora cinta hanya ada di tahun pertama perkawinan. Oh tidak…….
Lalu apa yang akan terjadi setelah tahun kedua, ketiga dan seterusnya. Cuma ada sisa-sisanya atau bahkan hilang tak berbekas? Lantas bagaimana dengan mereka yang berhasil melewati masa pacaran lebih dari enam tahun?

Menurut pandangan Diane, dalam hubungan suami istri ataupun pacaran, selain cinta, ada hubungan lain yang sifatnya friendship, pertemanan. Seandainya setelah beberapa waktu cinta itu menipis-karena tersisihkan hal-hal lain, misalnya karena rutinitas yang itu-itu juga, lalu segalanya berubah menjadi begitu membosankan.

Kakek-nenek dapat hidup rukun sampai mereka berusia lanjut juga karena senyawa kimia. Namanya Oksitosin. Menurut penelitian, kesetiaan pada pasangan berhubungan dengan kadar oksitosin yang tinggi. Kadar ini dapat ditingkatkan dengan cara masing-masing dari pasangan yang berusaha saling menyayang, walau kadang pasangannya menjengkelkan. Itu barangkali inti nasehat orang tua “cinta tumbuh karena biasa”.

Well setelah membaca pembahasan ini, bagaimana menurut sobat blogger???

Wanita dan CInta


Rasanya kurang lengkap apabila cinta tidak dikaitkan dengan wanita. Dalam urusan cinta, wanita sangat pintar menyimpan rasa cintanya pada seseorang. Bahkan Ali bin Abi Tholib pernah berkata bahwa seorang wanita mampu menyembunyikan rasa cintanya selama 40 tahun. Karena mereka akan sangat malu sekali apabila rasa cintanya terlihat oleh laki-laki yang dicintainya, apalagi kalau ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan.

Pada umumnya wanita lebih suka menunggu, daripada mengutarakan cintanya terlebih dahulu. Dalam urusan cinta, kaum wanita lebih pandai membuat surprise yang tak terduga, suasana awal yang biasa-biasa saja, bisa dia rubah menjadi suasana yang sangat istimewa dan tak kan terlupa sepanjang masa, meski tak menutup kemungkinan laki-laki pun bisa menciptakan suasana seperti itu.

Kelemahan Wanita dalam bercinta
Selalu ada kelemahan di dunia ini karena manusia tidak ada yang sempurna, begitu juga wanita dalam hal percintaan. Hal ini harus disadari oleh wanita, karena saat ini tidak sedikit laki-laki yang hanya ingin mempermainkan wanita sebagai pemuas nafsu belaka. Kelemahan wanita berbeda-beda sesuai dengan karakternya masing-masing.

Ada beberapa kelemahan wanita dalam bercinta yang biasanya ada di diri seorang wanita, misalnya aja :

1. Mudah luluh oleh bujuk rayu, kata-kata puitis bin gombalitis, dan sejenisnya.

2. Berpenampilan dewasa dan senang mengalah, maksudnya disini adalah wanita menyukai laki-laki yang suka mengalah dan terlihat dewasa di hadapan wanita. Hal ini memberikan penilaian bahwa laki-laki tersebut sebagai pengayom dan pemberi ketentraman. Wanita manapun pasti butuh hal itu.

3. Perhatian yang cukup bahkan berlebih. Wanita akan merasa GR, berbunga-bunga jika mendapat perhatian yang istimewa dari seorang laki-laki. Hal ini akan menumbuhkan rasa cinta dari hati si wanita.

4. Kesamaan pola pikir. Wanita akan mencari laki-laki yang mempunyai pikiran dan kesamaan ide dengan dirinya. Walaupun tidak terlihat tampan, tidak telihat keren, tapi jika dalam perilaku dan ungkapan-ungkapannya selaras dengan pikiran dan keinginan wanita tersebut, maka sudah bisa dipastikan laki-laki itu akan terlihat istimewa dibanding laki-laki lain.

Keempat ciri di atas biasanya ada di diri wanita, semoga wanita bisa lebih mawas diri terhadap kelemahan-kelemahannya dalam bercinta. Sehingga tidak mudah tertipu oleh rayuan gombal laki-laki penjahat cinta. Tak lupa mintalah perlindungan kepada Alloh SWT, agar selalu terhindar dari mara bahaya yang disebabkan oleh Syetan yang terkutuk. Amin.....

Ibnu Sina

Ibnu Sina merupakan doktor Islam yang terulung. Sumbangannya dalam bidang
obat-obatan bukan saja diakui oleh dunia Islam tetapi juga oleh para sarjana Barat.
Nama sebenarnya Ibnu Sina ialah Abu Ali al-Hussian Ibnu Abdullah. Tetapi di Barat, beliau lebih dikenali sebagai Avicenna.

Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 370 Hijrah bersamaan dengan 980 Masihi. Pendidikan pertamanya bermula di Bukhara dalam bidang bahasa dan sastra. Selain itu,
beliau turut mempelajari ilmu-ilmu lain seperti geometri, logik, matematik, sains,
fiqh, dan obat-obatan.

Walaupun Ibnu Sina menguasai pelbagai ilmu pengetahuan termasuk falsafah tetapi
beliau lebih menonjol dalam bidang obat, sering disebut sebagai seorang doktor
ataupun mahaguru ilmu tersebut.
Ibnu Sina mula menjadi terkenal setelah berhasil menyembuhkan penyakit Putera Nub
Ibn Nas al-Samani yang gagal diubati oleh doktor yang lain. Kehebatan dan
kepakaran dalam bidang obat-obatab tiada bandingnya sehingga beliau diberikan
gelaran al-Syeikh al-Rais (Mahaguru Pertama).

Kemasyhurannya melewati wilayah dan negara Islam. Bukunya Al Qanun fil Tabib
telah diterbitkan di Rom pada tahun 1593 sebelum dialihbahasakan ke dalam bahasa
Inggris dengan judul Precepts of Medicine. Dalam jangka masa tidak sampai 100
tahun, buku itu telah dicetak ke dalam 15 buah bahasa. Pada abad ke-17, buku
tersebut telah dijadikan sebagai bahan rujukan asas diuniversitas-universitas Itali dan Perancis. Malahan sehingga abad ke-19, bukunya masih diulang cetak dan digunakan
oleh para pelajar.

Ibnu Sina juga telah menghasilkan sebuah buku yang diberi judul Remedies for The
Heart yang berisi tentang obat-obatan. Dalam buku itu, beliau telah
menceritakan dan menguraikan 760 jenis penyakit bersama dengan cara untuk
mengobatinya. Hasil tulisan Ibnu Sina sebenarnya tidak terbatas kepada ilmu
pengobatan sahaja. Tetapi turut merangkum bidang dan ilmu lain seperti metafisik,
musik, astronomi, philologi (ilmu bahasa), syair, prosa, dan agama.

Penguasaannya dalam pelbagai bidang ilmu itu telah menjadikannya seorang tokoh
sarjana yang serba bisa. Beliau tidak sekadar menguasainya tetapi berjaya mencapai
tahap zenith yaitu puncak kecemerlangan tertinggi dalam bidang yang diceburinya.
Di samping menjadi zenith dalam bidang pengobatan, Ibnu Sina juga menduduki
ranking yang tinggi dalam bidang ilmu logik sehingga digelar guru ketiga.

Dalam bidang penulisan, Ibnu Sina telah menghasilkan ratusan karya termasuk kumpulan
risalah yang mengandungi hasil sastra kreatif. Perkara yang lebih menakjubkan pada Ibnu Sina ialah beliau juga merupakan seorang ahli falsafah yang terkenal. Beliau pernah menulis sebuah buku berjudul al-Najah yang membicarakan persoalan falsafah. Pemikiran falsafah Ibnu Sina banyak dipengaruhi oleh aliran falsafah al-Farabi yang telah menghidupkan pemikiran Aristotle.
Oleh sebab itu, pandangan perubatan Ibnu Sina turut dipengaruhi oleh asas dan teori perubatan Yunani khususnya Hippocrates. Pengobatan Yunani berasaskan teori empat unsur yang dinamakan humours iaitu darah,
lendir (phlegm), hempedu kuning (yellow bile), dan hempedu hitam (black bile).

Menurut teori ini, kesihatan seseorang mempunyai hubungan dengan campuran keempat unsur tersebut. Keempat unsur itu harus berada pada kadar yang seimbang dan apabila keseimbangan ini diganggu maka seseorang akan mendapat penyakit. Setiap individu dikatakan mempunyai formula keseimbangan yang berlainan.

Meskipun teori itu didapati tidak tepat tetapi telah meletakkan satu landasan kukuh
kepada dunia pengobatan untuk mengenal pasti puncak penyakit yang menjangkiti
manusia. Ibnu Sina telah menapis teori-teori kosmogoni Yunani ini dan mengislamkannya.

Ibnu Sina percaya bahawa setiap tubuh manusia terdiri daripada empat unsur iaitu
tanah, air, api, dan angin. Keempat unsur ini memberikan sifat lembab, sejuk,
panas, dan kering serta sentiasa bergantung kepada unsur lain yang terdapat dalam
alam ini. Ibnu Sina percaya bahawa wujud ketahanan semula jadi dalam tubuh
manusia untuk melawan penyakit. Jadi, selain keseimbangan unsur-unsur yang
dinyatakan itu, manusia juga memerlukan ketahanan yang kuat dalam tubuh bagi
mengekalkan kesehatan dan proses penyembuhan.

Pengaruh pemikiran Yunani bukan sahaja dapat dilihat dalam pandangan Ibnu Sina
mengenai kesehatan dan pengobatan, tetapi juga bidang falsafah. Ibnu Sina berpendapat
bahawa matematika bisa digunakan untuk mengenal Tuhan. Pandangan itu pernah dikemukakan oleh ahli falsafah Yunani seperti Pythagoras untuk menguraikan mengenai sesuatu kejadian. Bagi Pythagoras, sesuatu benda mempunyai angka dan angka itu berkuasa di alam ini. Berdasarkan pandangan itu, maka Imam al-Ghazali telah menyifatkan paham Ibnu Sina adalah sesat dan lebih merusak daripada kepercayaan Yahudi dan Nasrani.

Sebenarnya, Ibnu Sina tidak pernah menolak kekuasaan Tuhan. Dalam buku An-
Najah, Ibnu Sina telah menyatakan bahawa pencipta yang dinamakan sebagai "Wajib
al-Wujud" ialah satu. Dia tidak berbentuk dan tidak boleh diumpamakan dengan apapun. Menurut Ibnu Sina, segala yang wujud (mumkin al-wujud) muncul karena "Wajib al-Wujud" yang tidak ada permulaan.

Tetapi tidaklah wajib segala yang wujud itu datang daripada Wajib al-Wujud sebab
Dia berkehendak bukan mengikut kehendak. Walau bagaimanapun, tidak menjadi
halangan bagi Wajib al-Wujud untuk melimpahkan atau menerbitkan segala yang
wujud sebab kesempurnaan dan ketinggian-Nya.

Pemikiran falsafah dan konsep ketuhanannya telah ditulis oleh Ibnu Sina dalam bab
"Himah Ilahiyyah" dalam Bab "Tentang adanya susunan akal dan nufus langit dan
jirim atasan. Pemikiran Ibnu Sina ini telah rnencetuskan kontroversi dan telah disifatkan sebagai satu percobaan untuk membahas zat Allah. Al-Ghazali telah menulis sebuah buku yang berjudul Tahafat al'Falasifah (Tidak Ada Kesinambungan Dalam Pemikiran Ahli Falsafah) untuk membahas pemikiran Ibnu Sina dan al-Farabi.

Apa yang diutarakan oleh al-Ghazali ialah penyangkalan terhadap kepercayaan dalam keabadian planet bumi, penyangkalan terhadap penafian Ibnu Sina dan al-Farabi mengenai pembangkitan jasad manusia dengan perasaan kebahagiaan dan kesengsaraan di syurga atau neraka.

Apa pun pandangan yang dikemukakan, sumbangan Ibnu Sina dalam perkembangan falsafah Islam tidak mungkin dapat dinafikan. Bahkan beliau boleh dianggap sebagai orang yang bertanggungjawab menyusun ilmu falsafah dan sains dalam Islam. Sesungguhnya, Ibnu Sina tidak sahaja unggul dalam bidang pengobatan tetapi kehebatan dalam bidang falsafah mengungguli gurunya sendiri iaitu al-Farabi.

Dikutip dari berbagai sumber....

Ketika Cinta Tak Lagi Bertasbih


Ketika cinta begitu mudahnya untuk diucapkan
Cinta tak lagi membutuhkan kepercayaan
Dan ketika kepercayaan menjadi begitu mahal harganya
Bisakah dibedakan cinta sejati dan cinta palsu??
Aku pun tak tahu

Cinta tak lagi terpatri di benak dan hati seseorang
Ketika Cinta tak lagi indah untuk dirasakan
Ketika cinta tak lagi merdu untuk diucapkan
Dan ketika cinta tak lagi enak didengar
Cinta hanya bergerilya di otak seseorang

Cinta tak lagi berteman suci
Cinta kini bersahabat dengan syarat
Begitu banyak syarat yang mengelilingi Cinta

Dunia, dengarlah pengumuman ini
Cinta merubah namanya
“Nafsu”, itulah nama baru cinta

Apakah pergantian nama itu karena cinta sudah bosan dengan dunia ini?
Dunia yang penuh kepalsuan, angkara murka & egoisme
Entahlah, cinta tak pernah bilang padaku
Yang kutahu kini cinta sudah lelah, lelah menghadapi segala tipu daya dunia

“Cinta” , rasa yang begitu suci, sacral & indah saja sudah lelah menghadapi dunia ini
Lalu bagaimana dengan aku???<
Andai saja aku bisa mencegah cinta agar tak merubah namanya
Mungkin sekarang aku akan bahagia
Bahagia meski aku tahu dunia ini begitu fana untuk dijalani



Wanita, Madu Dunia ( Part 3 )


Postingan sebelumnya berisi ttg wanita sebagai racun dunia, nah postingan kali ini kebalikan dari racun, yaitu madu. Ya…. Wanita bisa diibaratkan sebagai madu dunia.

Wanita, tercipta dalam keadaan suci, bersih dan indah. Rasululloh SAW bersabda :
“ Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah.”

Hanya saja tidak semua wanita menjadi madu dunia, karena untuk mencapai predikat madu dunia diperlukan syarat-syarat tertentu.
Apa aja syarat-syaratnya?? Ini nih :

1. Seorang wanita yang berbudi pekerti baik dan dapat menentramkan jiwa suami atau calon suaminya. Rasululloh SAW bersabda :
“ Perempuan terbaik ialah yang menyenangkan bila dipandang (suaminya), yang penurut bila suaminya memerintah, yang tidak menentang (ketika suami menginginkan bersenang-senang), dan tidak mengalokasikan hartanya dengan cara yang tidak disukai suaminya.”

Hadist ini menandakan betapa indahnya seorang wanita, yang mampu menentramkan hati sang suami di kala gundah.

2. Wanita yg tidak matrealistis, diakui atau tidak ini sangat sulit menemukan wanita yang tidak selalu menilai sesuatu diukur dengan materi. Maka dari itu, jika seorang wanita mampu menjaga dan mengendalikan nafsu materialisnya, maka dialah perhiasan dunia.

3. Wanita yang tidak membuka auratnya, yang tidak mau auratnya di eksploitasi untuk dipertontonkan di depan publik, apalagi untuk kepentingan bisnis, atas nama iklan lah, cover girl lah apalagi kontes kecantikan. Wanita madu dunia akan merasa malu seandainya auratnya diumbar di depan umum.

4. Wanita yang sanggup menjadikan rumahnya laksana surga. Rasululloh SAW bersabda, “ wanita yang mengurus rumahnya, senantiasa taat pada suami, dan mengasuh anak-anaknya, maka nilainya sama dengan orang yang berjihad ke medan perang.”
Wanita seperti ini umumnya enggan keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mengharuskannya keluar rumah. Dia sadar bahwa apabila dirinya keluar rumah, setan akan terus menguntitnya. Seperti sabda Nabi, “Wanita adalah aurat (membangkitkan syahwat lawan jenisnya). Jika ia keluar, maka setan selalu mengintainya.”

5. Wanita yang tidak suka ghibah atawa bergosip. Dia tidak suka bertutur hal-hal yang tidak bermanfaat.

Wanita madu dunia tak ubahnya lebah, yang tidak suka hinggap di tempat kotor. Dia juga selalu memilih makanan yang halal dan baik, mengeluarkan sesuatu yang bermanfaat. Itulah “wanita madu dunia” sejati.

Wahai kaum wanita, apabila anda dapat berperilaku sesuai dengan 5 kriteria di atas, maka di akhirat nanti, anda akan menjadi bidadari-bidadari surga, semoga……. INSYA ALLOH

Next Post (Part 4) : WANITA DAN CINTA...

7 Keajaiban Dunia Menurut Islam


Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?
Memang tujuh keajaiban lain di bawah ini belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak.
Tujuh keajaiban dunia itu adalah:


1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82, “Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]
Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

2. Pohon Kurma yang Menangis
Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur, “Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]

Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

3. Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya, Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

4. Pengaduan Seekor Onta
Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.

Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

5. Kesaksian Kambing Panggang
Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:

Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]

6. Batu yang Berbicara
Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]
Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]

7. Semut Memberi Komando
Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an, “Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.
Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.

Sebenarnya masih banyak lagi keajaiban-keajaiban yang kadang tidak bisa diterima oleh akal pikiran kita, tapi sebagai pribadi yang beriman tentunya kita tahu dan yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terjadi karena adanya kuasa Alloh. Jadi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kan??

"Aku Mencintaimu"

“Aku mencintaimu”
Kata sederhana yang bermakna begitu dalam
Hanya butuh waktu 3 detik untuk mengucapkan, 3 jam untuk menjabarkan
Tapi.... butuh waktu seumur hidup untuk membuktikan

Ketika seseorang menyatakan “Aku mencintaimu”
Ia tahu konsekuensi yang akan dia tanggung
Berkorban seumur hidupnya tanpa menuntut, berbagi tanpa meminta balasan
Menerima apapun kondisi pasangan
Siap menjalani sisa umurnya sebagai pendamping hidupnya

Ketika seseorang menyatakan “Aku mencintaimu”
Sama artinya mengatakan
“Aku rela berkorban untukmu”
“Aku akan melindungimu”
“Aku akan membahagiakanmu”
“Aku akan memperhatikanmu”
“Aku akan menjagamu”
“Aku akan bekerja sekuat tenaga agar engkau dapat penghidupan yang layak”

“Mencintai”
Satu rasa yang begitu indah
Bukan hanya rasa suka, kagum, simpati, bahkan nafsu
Fitrah dari Sang Maha Pencipta

Ketika saatnya tiba mengucapkan “Aku mencintaimu”
Jagalah cinta dari kehinaan dan kekotoran
Jagalah kesuciannya
Hingga tidak ada celah dihati untuk cinta yang lain
Karena Cinta adalah Cinta

Dan ketika aku mengucapkan “Aku mencintaimu”
Biarlah kukatakan kepada seseorang yang hatinya selalu tertaut pada-Mu
Amin......


Petunjuk Nabi Muhammad SAW dalam Shalat ‘Ied


1. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat ‘ied di tanah lapang. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menunaikan shalatnya di masjid kecuali sekali saja karena hujan.

2. Pada saat hari Raya 'Idul Fitri, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengenakan pakaian terbaik (terindah).

3. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam biasa makan kurma –dengan jumlah ganjil- sebelum pergi melaksanakan shalat 'ied. Tetapi pada 'Idul Adha beliau tidak makan terlebih dahulu sampai beliau pulang, setelah itu baru beliau memakan sebagian daging binatang sembelihannya.

4. Dianjurkan untuk mandi pada hari ‘ied, sebelum ke tanah lapang, sebagaimana hal ini dilakukan oleh Ibnu Umar yang dikenal semangat mengikuti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

5. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berjalan (menuju tanah lapang) sambil berjalan kaki. Beliau biasa membawa sebuah tombak kecil. Jika sampai di tanah lapang, beliau menancapkan tombak tersebut dan shalat menghadapnya (sebagai sutroh atau pembatas ketika shalat).

6. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengakhirkan shalat 'Idul Fitri (agar kaum muslimin memiliki kesempatan untuk membagikan zakat fithrinya) dan mempercepat pelaksanaan shalat 'Idul Adha (supaya kaum muslimin bisa segera menyembelih binatang kurbannya).

7. Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar menuju lapangan kecuali setelah matahari terbit, lalu beliau bertakbir dari rumahnya hingga ke tanah lapang.

8. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sampai di tanah lapang langsung menunaikan shalat tanpa ada adzan dan iqomah. Juga tidak ada ucapan, ’Ash sholaatul jaami’ah’. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga sahabatnya tidak menunaikan shalat sebelum (qobliyah) dan sesudah (ba’diyah) shalat ‘ied.

9. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat ‘ied dua raka’at terlebih dahulu kemudian berkhutbah. Pada rakaat pertama beliau bertakbir 7 kali berturut-turut setelah Takbiratul Ihram, dan berhenti sebentar di antara tiap takbir. Tidak disebutkan bacaan dzikir tertentu yang dibaca saat itu. Hanya saja ada riwayat dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu bahwa bacaan ketika itu adalah berisi pujian dan sanjungan kepada Allah Ta'ala serta bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan diriwayatkan pula bahwa Ibnu Umar (yang dikenal semangat dalam mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengangkat kedua tangannya pada setiap takbir.

10. Setelah bertakbir, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam membaca surat Al-Fatihah dan surat "Qaf" pada raka'at pertama serta surat "Al-Qamar" pada raka'at kedua. Kadang-kadang beliau membaca surat "Al-A'la" pada raka'at pertama dan "Al-Ghasyiyah" pada raka'at kedua. Kemudian beliau bertakbir lalu ruku' dilanjutkan takbir 5 kali pada raka'at kedua lalu membaca Al-Fatihah dan surat lainnya.

11. Setelah menunaikan shalat, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menghadap ke arah jama’ah, sedang mereka tetap duduk di shaf masing-masing. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan khutbah yang berisi wejangan, anjuran dan larangan.

12. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah di tanah dan tidak ada mimbar ketika beliau berkhutbah.

13. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memulai khutbahnya dengan ‘Alhamdulillah …’ dan tidak terdapat dalam satu hadits pun yang menyebutkan beliau memulai khutbah ‘ied dengan bacaan takbir. Hanya saja dalam khutbahnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak bacaan takbir.

14. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memberi keringanan kepada jama’ah untuk tidak mendengar khutbah.

15. Diperbolehkan bagi kaum muslimin, jika 'ied bertepatan dengan hari Jum'at untuk mencukupkan diri dengan shalat 'ied saja dan tidak menghadiri shalat Jum’at.

16. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam selalu melalui jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang (dari shalat) ‘ied.

[Disarikan dari Zaadul Ma’ad, Ibnu Qayyim Al Jauziyah]

Parcel dari Msafru

Mendekati lebaran, tiba-tiba aku dapat parcell dari Msafru. Seneng dunk dapet parcel, tapi berhubung masih puasa jadi lum bisa dikonsumsi neh. hehehe


Pastinya tak lupa mengucapkan terima kasih untuk Msafru, semoga amal puasa dan ibadah kita di bulan Ramadhan mendapat berkah dari Alloh SWT.

Meski belum tiba waktunya lebaran, sekalian aja ngucapin "SELAMAT HARI RAY IDUL FITRI 1430H, Mohon Maaf Lahir Bathin seandainya ketika aku blogwalking ke blog2 sahabat, ada yang tidak berkenan. Murni karena kekurangan aku sebagai manusia."

Bagi sahabat blogger yang sering berkunjung, silahkan diambil parcel na.


Zakat Fitrah

Zakat fithri adalah shodaqoh yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim pada hari berbuka (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan. Hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa.” (HR. Bukhari no. 1503).

Hikmah Disyari’atkan Zakat Fithri
Di antara hikmah zakat fithri adalah sebagai kafaroh (tebusan) bagi orang yang berpuasa karena mungkin dalam berpuasa terdapat kekurangan di sana-sini disebabkan melakukan maksiat, berkata dusta dan berkata kotor. (Lihat Latho’if Al Ma’arif, 1/183). Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

فَشَضَ سَعُىيُ ا -ص الله ع وع -ٍُ صَوَبحَ ا فٌِْطْشِ طُهِشَحً صٌٍَِّبئِ ا غٌٍَِّىِ وَا شٌَّفَثِ وَطُعِ خًَّ
غٌٍََِّْبوِينِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkara yang sia-sia dan perkataan kotor, sekaligus untuk memberikan makan orang-orang miskin.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Selain itu juga, zakat fithri akan mencukupi kaum fakir dan miskin sehingga tidak meminta-minta pada hari raya ‘idul fithri. Dengan ini, mereka dapat bersenang-senang dengan orang kaya pada hari tersebut.
54
Syari’at ini juga bertujuan agar kebahagiaan ini merata, dapat dirasakan oleh semua kalangan. (Lihat Minhajul Muslim, 23 dan Majelis Syahri Ramadhan, 142)

Yang Berkewajiban Membayar Zakat Fithri
1. Setiap muslim sedangkan orang kafir tidak wajib untuk menunaikannya, namun mereka akan dihukum di akhirat karena tidak menunaikannya,
2. Yang mampu mengeluarkan zakat fithri. Menurut mayoritas ulama, batasan mampu di sini adalah mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari ‘ied. Jadi apabila keadaan seseorang seperti ini berarti dia mampu dan wajib mengeluarkan zakat fithri (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 2/80).
Bagaimana dengan anak dan istri yang menjadi tanggungan suami, apakah perlu mengeluarkan zakat sendiri-sendiri?
Menurut An Nawawi, kepala keluarga wajib membayar zakat fithri keluarganya. Bahkan menurut Imam Malik, Syafi’i dan mayoritas ulama wajib bagi suami untuk mengeluarkan zakat istrinya karena istri adalah tanggungan nafkah suami (Syarh Muslim, 3/417).

Kapan Seseorang Mulai Terkena Kewajiban Membayar Zakat Fithri?
Seseorang mulai terkena kewajiban membayar zakat fithri pada saat terbenamnya matahari di malam hari raya. Jika dia mendapati waktu tersebut, maka wajib baginya membayar zakat fithri. Dan pendapat inilah yang dipilih oleh Imam Syafi’i dan An Nawawi dalam Syarh Muslim 3/417, juga dipilih oleh Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Majelis Syahri Ramadhan. Alasannya, karena zakat ini merupakan saat berbuka dari puasa Ramadhan. Oleh karena itu, zakat ini dinamakan demikian (disandarkan pada kata fithri) sehingga hukumnya juga disandarkan pada waktu fithri tersebut.
Misalnya adalah apabila seseorang meninggal satu menit sebelum terbenamnya matahari pada malam hari raya, maka dia tidak punya kewajiban dikeluarkan zakat fithri. Namun, jika ia meninggal satu menit
Panduan Ramadhan 55
setelah terbenamnya matahari maka wajib untuk mengeluarkan zakat fithri darinya. Begitu juga apabila ada bayi yang lahir setelah tenggelamnya matahari maka tidak wajib dikeluarkan zakat fithri darinya, tetapi dianjurkan sebagaimana perbuatan Utsman di atas. Namun, jika bayi itu terlahir sebelum matahari terbenam, maka zakat fithri wajib untuk dikeluarkan darinya (Lihat Majelis Syahri Ramadhan, 142).

Macam Zakat Fithri
Benda yang dijadikan zakat fithri adalah berupa makanan pokok, baik itu kurma, gandum, beras, kismis, keju, dsb dan tidak dibatasi pada kurma atau gandum saja (Lihat Majelis Syahri Ramadhan, 142 & Shohih Fiqh Sunnah, II/82). Inilah pendapat yang benar sebagaimana dipilih oleh Malikiyah, Syafi’iyah, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa, namun hal ini diselisihi oleh Hanabilah.
Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau gandum karena ini adalah makanan pokok penduduk Madinah. Seandainya itu bukan makanan pokok mereka tetapi mereka mengkonsumsi makanan pokok lainnya, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu tidak akan membebani mereka mengeluarkan zakat fithri yang bukan makanan yang biasa mereka makan. Sebagaimana juga dalam membayar kafaroh diperintahkan seperti ini. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka kafaroh (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu.” (QS. Al Maidah: 89). Dan zakat fithri merupakan bagian dari kafaroh. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 2/82)

Ukuran Zakat Fithri
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu Umar di atas bahwa zakat fithri adalah seukuran satu sho’ kurma atau gandum. Satu sho’ dari semua jenis ini adalah seukuran ‘empat cakupan penuh telapak tangan yang sedang’ sebagaimana yang disebutkan dalam Kamus Al Muhith. Dan apabila ditimbang akan mendekati ukuran 3 kg. Jadi kalau di Indonesia makanan pokoknya adalah beras, maka ukuran zakat fithrinya sekitar 3 kg dan inilah yang lebih hati-hati. (Lihat pendapat Syaikh Ibnu Baz dalam Majmu’ Fatawa-nya 5/92)

Bolehkah Mengeluarkan Zakat Fithri dengan Uang ?
Perlu diketahui bahwa pakaian, tempat tidur, bejana, perabot rumah tangga, serta benda-benda lainnya selain makanan tidak dapat digunakan untuk membayar zakat fithri. Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan pembayaran zakat fithri dengan makanan (sebagaimana dapat dilihat pada hadits Ibnu Abbas di atas), dan ketentuan beliau ini tidak boleh dilanggar. Oleh karena itu, tidak boleh mengganti makanan dengan uang yang seharga makanan dalam membayar zakat fithri karena ini berarti menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan alasan lainnya adalah :

1. Selain menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyelisihi amalan shabat radhiyallahu ‘anhum yang menunaikannya dengan satu sho’ kurma atau gandum. Ingatlah! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya,”Wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang mendapat petunjuk.” (HR. Abu Daud & Tirmidzi, dia mengatakan hadits ini hasan shohih)

2. Zakat fithri adalah suatu ibadah yang diwajibkan dari suatu jenis tertentu. Oleh sebab itu, posisi jenis barang yang dijadikan sebagai alat pembayaran zakat fithri itu tidak dapat digantikan sebagaimana waktu pelaksanaannya juga tidak dapat digantikan.
Jika ada yang mengatakan bahwa menggunakan uang ‘kan lebih bermanfaat. Maka kami katakan bahwa Nabi yang mensyariatkan zakat dengan makanan tentu lebih sayang kepada orang miskin dan tentu lebih tahu mana yang lebih manfaat bagi mereka. Allah yang mensyari’atkannya pula tentu lebih tahu kemaslahatan hamba-Nya yang fakir dan miskin, tetapi Allah dan Rasul-Nya tidak pernah mensyariatkan dengan uang.

Perlu diketahui pula bahwa pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah terdapat mata uang. Tetapi kok beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memerintahkan sahabatnya untuk membayar dengan uang? Seandainya diperbolehkan dengan uang, lalu apa hikmahnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan dengan satu sho’ gandum atau kurma? Seandainya boleh menggunakan uang, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mengatakan kepada umatnya, ’Satu sho’ gandum atau harganya.’

Terakhir, menurut mayoritas ulama fiqh tidak boleh menggunakan uang yang senilai makanan untuk membayar zakat fithri, namun yang membolehkannya adalah Abu Hanifah juga Umar bin Abdul Aziz. Imam Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa perkataan Abu Hanifah ini tertolak. Karena “Tidaklah Rabbmu itu lupa”. Seandainya zakat fithri dengan uang itu dibolehkan tentu Allah dan Rasul-Nya akan menjelaskannya.

Penerima Zakat Fithri
Penerima zakat fithri hanya dikhususkan untuk orang miskin dan bukanlah dibagikan kepada 8 golongan penerima zakat (sebagaimana terdapat dalam surat At Taubah ayat 60). Inilah pendapat Malikiyah dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyelisihi mayoritas ulama. Pendapat ini lebih tepat karena lebih cocok dengan tujuan disyariatkannya zakat fithri yaitu untuk memberi makan orang miskin sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas di atas,
” وَطُعِ خًَّ غٌٍََِّْبوِينِ ... untuk memberikan makan orang-orang miskin”. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, II/85)

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad, II/17 mengatakan bahwa berdasarkan petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam zakat fithri itu hanya dikhususkan kepada orang miskin. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah membagikan zakat fithri ini kepada 8 ashnaf (sebagaimana yang terdapat dalam Surat At Taubah ayat 60) dan beliau juga tidak pernah memerintahkan demikian, juga tidak ada seorang sahabat pun dan tabi’in yang melakukannya.
58
Waktu Mengeluarkan Zakat Fithri
Zakat fithri disandarkan kepada kata ‘fithri (berbuka artinya tidak berpuasa lagi)’. Oleh karena itu, zakat fithri ini dikaitkan dengan waktu fithri tersebut. Ini berarti zakat fithri tidaklah boleh didahulukan di awal Ramadhan.

Perlu diketahui bahwa waktu pembayaran zakat itu ada dua macam:
Pertama adalah waktu utama (afdhol) yaitu mulai dari terbit fajar pada hari ‘idul fithri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat ‘ied.
Dan kedua adalah waktu yang dibolehkan yaitu satu atau dua hari sebelum ‘ied sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Ibnu Umar. (Lihat Fatawal Aqidah wa Arkanil Islam, 640 & Minhajul Muslim, 231)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkara yang sia-sia dan perkataan kotor, sekaligus untuk memberikan makan untuk orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat ‘ied, maka itu adalah zakat yang diterima. Namun, barangsiapa yang menunaikannya setelah salat ‘ied maka itu hanya sekedar shodaqoh.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Hadits ini merupakan dalil bahwa pembayaran zakat fithri setelah shalat ‘ied tidak sah karena hanya berstatus sebagaimana sedekah pada umumnya dan bukan termasuk zakat fithri (At Ta’liqot Ar Rodhiyah, 1/553).
Namun kewajiban ini tidak gugur di luar waktunya. Kewajiban ini harus tetap ditunaikan walaupun statusnya hanya sedekah. Abu Malik Kamal (Penulis Shohih Fiqh Sunnah) mengatakan bahwa pendapat ini merupakan kesepakatan para ulama yaitu kewajiban membayar zakat fithri tidaklah gugur apabila keluar waktunya. Hal ini masih tetap menjadi kewajiban orang yang punya kewajiban zakat karena ini adalah utang yang tidak bisa gugur kecuali dengan dilunasi dan ini adalah hak sesama anak Adam. Adapun hak Allah, apabila hak tersebut diakhirkan hingga keluar waktunya maka tidak dibolehkan dan tebusannya adalah istigfar dan bertaubat kepada-Nya. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, II/84). Wallahu a’lam bish showab.

Menantikan Malam Lailatul Qadar


Bersemangat di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Sepertiga terakhir bulan Ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu suri tauladan kita – Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan berbagai amalan melebihi waktu-waktu lainnya. Sebagaimana istri beliau – Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha- berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)
Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’, pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Keutamaan Lailatul Qadar
Pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,

7
إِ بَّٔ أَ ضَِٔ بٌَْٕ فِ خٌٍٍََُِ جَُِبسَوَخٍ إِ بَّٔ وُ بَّٕ زُِِِٕسِ ) 3 ( فِ هَُب فَُْشَقُ وُ أَ شٍِِ دَىِ ) 4 )
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4). Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,
إِ بَّٔ أَ ضَِٔ بٌَْٕ فِ خٌٍََُِِ ا مٌَْذِسِ ) 1 )
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97] : 1)
Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,
خٌٍََُُِ ا مٌَْذِسِ خَ شُِْ أَفٌِْ شَهِشٍ ) 3 ( رَ ضََّٕيُ ا بٌٍََّْئِىَخُ وَا شٌُّوحُ فِ هَُب ثِإِرْ سَثّْهِ وُ أَ شٍِِ ) 4 ( عَ بٍَ دَزَّ طَِْ عٍَِ ا فٌَْجِشِ ) 5 )
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar: 3-5)

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?
Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Dan yang memilih pendapat bahwa lailatul qadar adalah malam kedua puluh tujuh sebagaimana ditegaskan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun. Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Catatan: Hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tentang terjadinya malam lailatul qadar di antaranya adalah agar terbedakan antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang malas. Karena orang yang benar-benar ingin mendapatkan sesuatu tentu akan bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Hal ini juga sebagai rahmat Allah agar hamba memperbanyak amalan pada hari-hari tersebut dengan demikian mereka akan semakin bertambah dekat dengan-Nya dan akan memperoleh pahala yang amat banyak. Semoga Allah memudahkan kita memperoleh malam yang penuh keberkahan ini. Amin Ya Sami’ad Da’awat.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
1. Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)

2. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

3. Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.

4. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 2/149-150).