Pilih dicintai atau mencintai

Kalimat yang membuat aku penasaran untuk mengklik blog seseorang (maap, lupa alamatna), dalam hati jadi bertanya pada diri sendiri. Kalau aku gimana yah?? hmmm .... bingung. Yang pasti pinginnya bisa saling dicintai dan mencintai.

Mana ada sih orang yang ga mau dicintai, pasti smua org mau dicintai terlebih oleh orang yang dicintai juga. Mencintai juga satu rasa yang begitu menyenangkan, perasaan berbunga-bunga saat teringat oleh org yang kita cintai. Tapi apa benar mencintai menguras tenaga??

Cinta memang membingungkan, cinta bisa membuat orang merasakan banyak perasaan dalam waktu bersamaan.

Sternberg (1988), pencetus Triangular Theory of Love, menjabarkan bahwa segitiga cinta itu mengandung beberapa komponen :
1. Keintiman (Intimacy)
2. Gairah (Passion)
3. Komitmen (commitment)

Menurut Sternberg, dalam setiap komponen tersebut berbeda tingkatnya pada tiap2 orang. Ada yg hanya tinggi di gairah, rendah di komitmen. Padahal cinta yang ideal adalah apabila ketiga komponen itu mempunyai proporsi yang sesuai pada waktu tertentu.
ambil contoh pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang lebih besar disertai dengan komitmen yang lebih besar, dalam hal ini adalah pernikahan.

Yang menjadi masalah bahwa cinta dalam sebuah hubungan ini tidak selalu berada dalam konteks pernikahan.
Dari ketiga komponen cinta itu, ternyata dapat membentuk delapan kombinasi jenis cinta, sebagai berikut :

1. NonLove
hubungan ini biasanya dlm pergaulan sehari-hari dan hanya bersifat sepintas saja, tidak memiliki gairah, keintiman, dan komitmen.

2. Liking (Persahabatan)
komponen emosi yg ada hanya rasa suka dan keintiman, tidak ada gairah maupun komitmen.

3. Infatuation Love (Ketergila-gilaan)
hal ini terjadi pada pandangan pertama, hanya gairah yang timbul tanpa ada keintiman dan komitmen.

4. Empty Love (Cinta Kosong)
ada unsur komitmen tapi kurang intim dan kurang gairah. Biasanya terjadi karena terjadi kebosanan antara suami-istri yg tidak bisa menjaga keharmonisan rumah tangga. Mereka bertahan karena komitmen, tetapi gairah sudah mulai pudar.

5. Romantic Love (Cinta Romantis)
cinta jenis ini harus dihindari, karena biasanya dimotivasi oleh perasaan nafsu syahwat. Hanya hubungan yang menggairahkan tapi kurang komitmen, sehingga pasangan yang jatuh cinta romantis ini terbawa secara fisik dan emosi.

6. Companionate Love
hasil dari komponen keintiman dan komitmen tanpa adanya gairah cinta. Hubungan cinta jenis ini adlh hubungan ketika sebuah pasangan suami istri tidak lagi menjadi gairah sebagai unsur utama jalinan kasih sayang mereka. Tapi lebih pada melanggengkan hubungan yang nyaman, saling menguatkan, dan memberi dukungan hidup. Fisik yang tidak lagi menarik, tidaklah menjadi sesuatu yang salah atau bahkan dicela.

7. Fatous Love (Cinta Buta)
cinta jenis ini sangat labil, mudah diterpa godaan. Mempunyai gairah dan komitmen tapi kurang intim.

8. Consummate Love (Cinta yg Sempurna)
cinta yg tersusun atas komitmen keintiman, gairah dan komitmen. Cinta ini komplit, lengkap, dan paling sempurna. Ketiga unsurnya saling menyatu dan menjadi sebuah kekuatan tersendiri.

Tentunya akan sangat indah jika kita merasakan cinta yang sempurna, pada tingkatan ini kita benar2 bisa merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Kapan kah itu akan terjadi?? Hanya Alloh yang Tahu.....