Arti Seorang Istri

Dengan menikah Engkau tidak hanya mendapatkan seorang istri, Engkau memperoleh seluruh duniamu. Dari sekarang sampai sisa hari-harimu, istrimu akan menjadi mitramu, temanmu, dan teman terbaikmu.

Dia akan berbagi moment, hari-hari, dan waktumu. Dia akan berbagi sukacita dan kesedihan, keberhasilan dan kegagalan, mimpi dan ketakutanmu. Ketika Engkau sakit, dia akan memberi perawatan terbaik untukmu, bila Engkau butuh bantuan, dia akan melakukan semua yang dia bisa untukmu.

Bila Engkau mempunyai rahasia, dia akan menyimpannya. Ketika Engkau membutuhkan nasehat, dia akan memberikan nasihat terbaik.
Dia akan selalu bersamamu, ketika Engkau bangun di pagi hari, yang pertama Engkau tangkap oleh matamu adalah dia. Siang hari, dia akan denganmu, jika untuk beberapa saat dia tidak bersamamu secara fisik, dia tetap akan memikirkanmu, berdoa untukmu dengan segenap hati, pikiran, dan jiwanya.
Ketika Engkau tidur di malam hari, hal terakhir yang Engkau lihat adalah dia, dan ketika Engkau tidur, Engkau masih akan melihatnya di mimpimu. Singkatnya, dia adalah duniamu dan Engkau adalah dunianya.

Deskripsi terbaik menurut Saya untuk menggambarkan kedekatan pasangan satu sama lain adalah ayat Alquran yang mengatakan : "Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka" (Surah Al-Baqarah 2:187). Memang, pasangan adalah seperti pakaian satu sama lain karena mereka memberikan perlindungan, kenyamanan, penutup, dukungan, dan perhiasan satu sama lain.

Hubungan antara pasangan adalah hal paling menakjubkan dari semua hubungan manusia. Cinta dan kasih sayang, keintiman dan kedekatan, rahmat dan kasih sayang, perdamaian dan ketenangan yang mengisi hati pasangan yang tidak bisa dijelaskan. Satu-satunya penjelasan yang rasional untuk hal yang paling menakjubkan dari semua perasaan manusia ini adalah bahwa : itu adalah kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?" (Surah Al Nahl 16:72)

Hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan Infinite Power-Nya, yang mampu menciptakan perasaan yang luar biasa itu. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengingatkan orang-orang yang mencari tanda-tanda-Nya di alam semesta bahwa perasaan dalam hati pasangan adalah salah satu dari tanda-tanda yang harus membimbing manusia untuk merasakan eksistensi-Nya sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (Surah Al Rum 30:21)

Tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala mengetahui bahwa hati manusia bukan suatu entitas statis, kadang-kadang lemah dan kadang-kadang dinamis. Perasaan bisa berubah seiring dengan waktu. Cinta bisa layu dan memudar. Ikatan perkawinan mungkin melemah jika tidak dirawat dengan benar. Kebahagiaan dalam perkawinan tidak dapat dirasakan, kebahagiaan secara konstan harus diberikan dari kedua belah pihak. Pohon cinta perkawinan harus dirawat untuk tetap hidup dan terus berkembang, tanah harus dipertahankan, dipelihara, disiram dan dipelihara.

Ingatlah bahwa Alloh akan memberikan pahala atas perhatian yang engkau berikan kepada istrimu, seperti sabda Rasulullah SAW "Alloh akan memberikan pahala kepada siapa saja yang melakukan sesuatu untuk mendapatkan ridho Alloh, meski hanya meletakkan makanan ke mulut istrinya." *so sweet......


Jangan pernah meremehkan hal pentingnya yang tampaknya sepele seperti memberikan makanan ke mulut istrimu, membuka pintu mobil untuknya, dll. Rasulullah SAW merelakan lututnya dijadikan alas

Cobalah untuk selalu meluangkan waktu berdua untuk berdoa bersama. Memperkuat ikatan antara Anda dan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah jaminan terbaik agar ikatan perkawinan Anda akan tetap kuat.Rasulullah SAW bersabda “Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)
Selalu memberikan yang terbaik untuk istri Anda dengan kata-kata dan dengan perbuatan. Ketika berbicara dengannya, tersenyum padanya, memberi nasihat, minta pendapatnya, menghabiskan waktu yang berkualitas dengannya dan selalu ingat bahwa Rasulullah SAW bersabda  "Yang terbaik di antara kamu adalah mereka yang terbaik untuk istri-istri mereka."

Akhirnya, sudah umum ketika pasangan bersumpah untuk mencintai dan menghormati pasangan mereka sampai ajal menjemput, tapi itu saja tidak cukup! Tidaklah cukup bahwa engkau mencintai istrimu. Engkau harus mencintai apa yang dia suka juga. Keluarganya, dia mencintai orang-orang engkau cintai.

Ada satu contoh pasangan yang tidak bahagia karena orangtua istrinya datang untuk mengunjungi beberapa minggu. Dia berkata pada istrinya "Aku tidak suka orang tuamu." Tentu saja, istrinya marah menatapnya lurus-lurus dan berkata "Saya juga tidak." Jadi, tidaklah cukup hanya janji bahwa kau mencintainya sampai maut memisahkan.
Cinta tidak harus berakhir dan Saya percaya ada kehidupan setelah kematian di mana orang-orang yang beriman di dunia ini akan kembali bersama dengan pasangan mereka, "Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan" (Surat Az Zukhruf 43 : 70)

Contoh terbaik dalam hal ini adalah Rasulullah SAW yang mencintai Siti Khadijah, bertahun-tahun mengarungi kehidupan pernikahan. Tidak peduli perbedaan status dan usia yang ada pada mereka, Nabi selalu mencintainya bahkan ketika ajal memisahkan. Bertahun-tahun setelah kematian beliau dan Rasulullah SAW tidak pernah lupa dan setiap kali menyembelih kambing di rumah, Rasulullah akan mengirim sebagian daging kambing itu ke keluarga Khadijah. Subhanalloh..... Indahnya...