PETUNJUK NABI UNTUK MENGOBATI DIRI SENDIRI

Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk tentang cara mengobati diri beliau sendiri, keluarganya dan para sahabat. Jenis obat yang digunakan oleh Rasulullah dan sahabatnya tidak berupa campuran kimia yang biasa disebut eqrabadzain. Sebagian besar obat yang di konsumsi adalah obat non kimiawi. Para ahli setuju bahwa penyakit dapat diobati dengan makanan sehat, maka penggunaan obat sebisa mungkin dihindari. JIka terpaksa harus mengkonsumsi obat, sebisa mungkin obat yang digunakan adalah obat sederhana. 

Dokter-dokter yang sudah berpengalaman sering menggunakan obat-obat sederhana yang mengandung salah satu unsur dari tiga unsur kesehatan. obat Obat seharusnya sama atau berkaitan dengan makanan yang biasa dikonsumsi pasien. BAngsa-bangsa yang mengkonsumsi satu atau hanya sedikit jenis makanan sehat umumnya jarang menderita penyakit dan pengobatan mereka juga sederhana. Orang-orang yang hidup di kota-kota dengan jenis makanan yang kompleks membutuhkan obat kimia yang terdiri dari campuran beberapa unsur, karena sangat sesuai dengan penyakit mereka.

Pengobatan Nabi memiliki unsur Ilahiyah. Unsur ini membuat perbandingan antara pengobatan Nabi dengan pengobatan dokter mirip dengan perbandingan antara pengobatan dokter dengan pengobatan tradisional. Para ahli kesehatan terbaik mengakui fakta ini. Sebagian di antara mereka menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dipelajari lewat dunia binatang. Misalnya, mereka mengamati kucing yang menelan hewan berbisa. Kemudian kucing itu menjilat minyak tanah di lampu untuk menetralisir bisa hewan yang dimakannya. Mereka juga mengamati beberapa burung yang meminum air laut ketika suhu tubuhnya panas.

SETIAP PENYAKIT ADA OBATNYA
Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahih-nya dari hadits Abu Zubair yang meriwayatkandari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda
"Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat yang tepat diberikan, dengan izin Alloh, penyakit itu akan sembuh." (HR. Ahmad dan Hakim)

Sabda Rasulullah bahwa, "setiap penyakit ada obatnya" bisa bersifat umum, termasuk obat untuk penyakit-penyakit mematikan yang belum bisa disembuhkan oleh para dokter, karena Alloh menyembunyikan dan menghalangi manusia untuk menemukan cara penyembuhannya. Hanya Alloh yang Maha Mengetahui.

Diriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim Khalilullah pernah bertanya kepada Alloh, "Wahai Tuhanku, dari mana asalnya penyakit?" Alloh menjawab, "Dari Aku." Ibrahim AS bertanya lagi, "Dari mana asal kesembuhan?" Alloh pun menjawab, "Dari Aku." Ibrahim AS terus bertanya, "Jika begitu, apa peranan seorang dokter?" Alloh menjawab, "Dokter adalah orang yang di tangannya Kuturunkan dan Kujadikan sebab kesembuhan." Sabda Nabi bahwa terdapat obat bagi setiap penyakit seharusnya memperkuat jiwa pasien serta dokter dan mendorong mereka untuk mencari obat. Jika pasien merasa bahwa ada obat bagi penyakitnya, hatinya akan dipenuhi harapan, bukan perasaan putus asa, dan harapan terbuka lebar di hadapannya. JIka jiwa pasien sudah kuat, kekuatan panas instingtif juga meningkat, jiwa dan hati juga akan menjadi kuat. Kekuatan ini akan memperkuat bagian tubuh yang terserang penyakit dan penyakit akan lebih mudah disembuhkan. Jadi kita sebagai manusia jangan pernah merasa putus asa hanya karena penyakit yang kita punya. Yakin bahwa Alloh selalu memberikan kemudahan.