Banner 468x60
Showing posts with label kekuatan sedekah. Show all posts
Showing posts with label kekuatan sedekah. Show all posts

SESUATU YANG BERADA DI SISI ALLOH TIDAK AKAN SIA-SIA

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Ada seseorang berkata, ‘Sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu’. Lantas ia pergi untuk menyedekahkan sesuatu itu, ternyata sedekah tersebut jatuh di tangan seorang pencuri.”

Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada shodaqoh yang diberikan kepada pencuri. Kemudian orang yang bershodaqoh itu berkata, “Ya Alloh, hanya bagi-Mu lah segala pujian, sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu lagi.”

Ia lantas pergi untuk menyedekahkan sesuatu. Tanpa dia ketahui, ternyata sedekah itu jatuh ke tangan seorang perempuan pelacur. Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada pelacur. Kemudian orang itu berkata, “Ya Alloh, hanya bagi-Mu lah segala puji, sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu lagi.”

Ia lantas pergi untuk menyedekahkan sesuatu, tetapi jatuh ke tangan seorang yang kaya. Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada orang kaya.

Kemudian orang itu berkata, “Ya Alloh, hanya bagi-Mu lah segala pujian, beberapa kali saya telah bersedekah namun ternyata jatuh ke tangan pencuri, pelacur, dan orang kaya.”

Kemudian ada seseorang yang datang lalu berkata kepadanya, “Adapun sedekahmu kepada pencuri, mudah-mudahan menyebabkan ia berhenti dari mencuri, sedang sedekahmu kepada perempuan pelacur, maka semoga ia segera berhenti dari berzina. Adapun sedekahmu kepada seorang yang kaya, semoga ia mengambil I’tibar (pelajaran) dan segera menafkahkan sebagian harta yang telah Alloh karuniakan kepadanya.”

Pelajaran yang dapat dipetik :
1. Ketetapan adanya pahala pada seseorang yang bersedekah, sekalipun yang mengambil sedekah itu orang fasik maupun orang kaya. Ketetapan ini berlaku pada sedekah yang sunnah, adapun zakat tidak boleh diberikan kepada orang kaya.
2. Keutamaan bersedekah diam-diam.
3. Keutamaan ikhlas dalam perbuatan.
4. Sebaiknya mengulangi sedekahnya jika diketahui sedekah tersebut jatuh kepada orang yang tidak semestinya menerima.
5. Keberkahan berserah diri dan ridho kepada Alloh, dan larangan mencela qadha.

Ditulis kembali dari buku "61 Cerita Pengantar Tidur"

The Power Sedekah

Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Turmudzi dan Ahmad, sbb :
Tatkala Alloh menciptakan bumi, maka bumipun bergetar. Lalu Alloh menciptakan gunung dengan kekuatan yang yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.
Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya, “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari gunung?”

Alloh menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita mahfum bahwa gunung batu sekalipun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi)
Malaikat bertanya lagi, “ Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?”
Alloh yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api.” (besi, bahkan baja akan lumer jika dipanaskan oleh api)
Malaikat kembali bertanya, “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu, yang lebih kuat dari api?”
Alloh menjawab, “Ada, yaitu air.” (api sebesar apapun akan padam jikalau disiram oleh air)
Malaikat lantas kembali bertanya, “Ya Rabbi, adakah dalam penciptaan-Mu, yang lebih kuat dari air?”
Alloh yang Maha Bijaksana menjawab, “Ada, yaitu angin.” (air di laut akan terangkat ketika badai datang menerjang)
Kemudian malaikat kembali bertanya, “Ya Alloh, adakah dalam penciptaan-Mu, yang lebih dahsyat dari semuanya?”
Alloh Maha Segalanya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”
Artinya, yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

RasulAlloh mengingatkan dalam pidatonya, ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapat (pahala) sesuai dengan yang diniatkannya”.